ANALISIS SEMIOTIK DALAM IKLAN KOMERSIAL “ INDOMIE “
ANALISI SEMIOTIKA DALAM IKLAN KOMERSIAL
" INDOMIE "
DISUSUN OLEH
MOECHAMAD LINTANG RAMADHANI ASSIDIQIE
202310415247
1 A5
FAKULTAS ILLMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA
TUGAS UAS PENGANTAR PERIKLANAN 2023/2024
BAB I
A.
LATAR BELAKANG :
Periklanan merupakan suatu hal yang
penting dalam usaha produsen dalam membuka hubungan dengan dunia luar, yaitu
pemasaran produk kepada konsumen. Periklanan merupakan salah satu cara yang
dilakukan produsen untuk memajukan usahanya, karena melalu iklanlah barang
ataupun jasa yang dihasilkan oleh produsen diperkenalkan dan dipasarkan kepada
konsumen. Televisi merupakan salah satu pilihan bagi produsen dalam memasarkan
produknya. Televisi memiliki kemampuan yang unik untuk mendemonstrasikan
penggunaan produk. Tidak ada media lain yang dapat menjangkau konsumen secara
serempak melalui indera pendengaran dan penglihatan Selain itu, televisi
mempunyai kemampuan untuk muncul tanpa diharapkan yang tidak sejajar dengan
media lainnya. Iklan televisi menggunakan indera seseorang dan menarik
perhatiannya bahkan pada saat orang tersebut tidak
ingin menonton iklan
Berawal dari sebuah perusahaan mi
instan yang sederhana, Indofood telah menjelma menjadi sebuah perusahaan
"Total Food Solutions." dengan kegiatan usaha yang mencakup seluruh
tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku
hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para peritel. Sebagai
perusahaan terkemuka dalam industri makanan olahan di Indonesia, kegiatan
operasional Indofood didukung oleh sistem distribusi yang ekstensif sehingga
memungkinkan produk-produknya dikenal di seluruh penjuru Nusantara. Saat ini
kegiatan usaha Indofood terdiri dari empat Kelompok usaha strategis yang saling
melengkapi. dan menghasilkan berbagai macam produk makanan dalam kemasan yang
tercakup dalam divisi Mie Instan, Penyedap Makanan, Makanan Ringan dan Nutrisi
& Makanan Khusus. dengan kegiatan usaha utama memproduksi tepung terigu dan
pasta, serta didukung oleh unit perkapalan aktifitas utama kelompok usaha ini
meliputi penelitian dan pengembangan, pembibitan kelapa sawit, termasuk juga
penyulingan serta branding dan pemasaran minyak goreng,
margarin dan shortening
Warisan Indofood terbesar saat ini
adalah kekuatan merek-merek yang dimilikinya, bahkan banyak diantara merek
tersebut melekat di hati masyarakat Indonesia selama lebih dari dua dekade. Ini
termasuk beberapa merek mi instan (Indomie, Supermi dan Sarimi), tepung terigu
(Segitiga Biru, Kunci Biru dan Cakra Kembar), minyak goreng (Bimoli), margarin
(Simas) dan shortening (Palmia). Meskipun menghadapi kompetisi ketat,
merek-merek ini tetap merupakan pemimpin pasar di masing-masing segmennya,
dikenal atas produknya yang berkualitas dengan harga terjangkau.
Indomie
merupakan salah satu produk mie instan dari PT. Indofood Sukses Makmur yang
cukup sukses di pemasaran
BAB II
LANDASAN TEORI
A. PENGERTIAN IKLAN
Secara
umum iklan bisa disebut sebagai suatu bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk
menginterpretasikan kualitas produk jasa dan ide-ide berdasarkan kebutuhan dan
kegiatan konsumen.Dalam pengertian yang paling sederhana iklan adalah pesan
atau penawaran suatu produk atau jasa yang ditujukan kepada khalayak lewat suatu
media.Secara sederhana iklan definisikan oleh Kasali (1992: 9) sebagai pesan
yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu
media. Tujuan iklan yaitu untuk mengidentifikasikan produknya dengan baik dan
menunjukkan perbedaan dan keunggulannya dari produk lain sehingga konsumen
dapat memilih produk tersebut.Melalui iklan, sebuah produk dapat dikenal dan
dicari oleh khalayak.Hal ini disebabkan oleh potensi iklan yang luar biasa
untuk mempengaruhi serta membentuk opini dan persepsi masyarakat.Selain itu
perusahaan juga harus kreatif dalam beriklan agar dapat menarik perhatian
konsumen (Octaviasari, 2011:3).
Menurut Iyer et. al. (2005) iklan merupakan salah satu
keputusan terpenting yang dilakukan seorang pemasar, dan pemilihan media juga
merupakan elemen terpenting bagi pemasar.Memastikan bahwa media yang dipilih
adalah benar sehingga tidak “jatuh pada orang yang salah” selalu menjadi
tantangan bagi pemasar di perusahaan.
Tujuan dari perencanaan media adalah untuk meminimalkan iklan terbuang dengan
mengurangi jumlah iklan yang dikirim ke konsumen yang tidak aktif dalam
kategori. Di samping itu biaya periklanan yang mahal semakin memaksa perusahaan
untuk lebih melakukan kegiatan periklanan secara efektif. Penargetan iklan
menyiratkan bahwa perusahaan dapat merancang media untuk menyampaikan
pesan-pesan iklan untuk segmen tertentu di pasar. Menurut Moriarty dalam
Melissa (2014), iklan yang baik –dan komunikasi marketing yang baik– adalah
efektif jika menimbulkan respons yang diinginkan pengiklan. Respons yang
diharapkan tersebut merupakan tujuan dari pesan, dan pesan menjadi efektif jika
mencapai tujuannya.
Menurut Blech dan Blech (2003) periklanan didefinisikan
sebagai bentuk pembayaran dari komunikasi nonpersonal tentang sebuah
organisasi, produk, pelayanan atau ide melalui perusahaan yang teridentifikasi.
Menurut Liliweri (1992) iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai
kekuatan yang sangat penting sebagai alat pemasaran dalam membantu menjual
barang, dengan memberi layanan serta gagasan atau ide-ide melalui sasaran
tertentu dalam bentuk informasi yang
persuasif. Dari jasa iklan tersebut produk dapat dikenali dengan mudah oleh
masyarakat dan oleh konsumen yang dituju. Komunikasi pemasaran menjadi aspek
yang penting dalam keseluruhan misi pemasaran, serta penentu suksesnya
pemasaran.Komunikasi pemasaran merepresentasikan “suara” perusahaan dan
mereknya, serta merupakan sarana bagi perusahaanuntuk dapat membuat dialog dan
membangun hubungan dengan konsumen
Dari beberapa definisi iklan menurut para ahli tersebut
dapat disimpulkan bahwa iklan adalah suatu bentuk kegiatan pemasaran yang
dilakukan oleh perusahaan untuk lebih mengenalkan produk baik barang, jasa,
atau ide, kepada konsumen yang bertujuan untuk mengenalkan, ataupun membuat
seseorang tertarik untuk melakukan niat pembelian.
Ada
beberapa macam macam iklan yaitu
1)
Iklan komersial adalah iklan yang bertujuan untuk mencari keuntungan
dalam bisnis dan iklan yang menawarkan
atau memasarkan sebuah produk / jasa
2)
Iklan layanan masyarakat
adalah merupakan bagian dari kampanye sosial marketing yang bertujuan menjual
gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan masyarakat
B. PENGERTIAN PERIKLANAN
Periklanan adalah proses komunikasi
massa yang melibatkan sponsor tertentu, yakni si pemasang iklan (pengiklan),
yang membayar jasa sebuah media massa atas penyiaran iklannya, misalnya melalui
media cetak (majalah, surat kabar, baliho, spanduk dll) dan media elektronik (radio,
televisi, dan internet). Periklanan menurut kamus istilah periklanan Indonesia
adalah pesan yang dibayar dan disampaikan melalu sarana media, antara lain
pers, radio, televisi, bioskop, yang bertujuan membujuk konsumen untuk
melakukan tindak membeli atau mengubah perilakunnya (Nuradi, 1996.4)
Periklanan merupakan kegiatan yang
terkait pada bidang ekonomi dan komunikasi. Di dalam bidang ekonomi periklanan
bertindak sebagai salah satu upaya marketing yang strategis, yaitu
memperkenalkan barang atau jasa untuk dapat memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya.
Seperti diungkapkan Baarle (1946:1), periklanan merupakan suatu kekuatan
menarik yang ditujukan kepada sejumlah pembeli tertentu, hal mana yang
dilaksanakan oleh produsen atau pedagang agar dapat mempengaruhi penjualan
barang atau jasa dengan cara yang menguntugkan. Jadi periklanan merupakan salah
satu teknik untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan sehingga
menguntingkan produsen atau penjual. Iklan tidak sekedar menyampaikan
informasi tentang suatu produk (ide, jasa, dan barang) tetapi iklan memiliki
sifat "mendorong" dan "membujuk" agar orang menyukai,
memilih kemudian membeli
Jika dilihat kembali mengenai tujuan dilakukannya
pengiklanan, maka iklan ini sendiri bertujuan untuk memberingan dorongan kepada
calon konsumen untuk mengikuti pesan yang diberikan oleh iklan itu sendiri.
Atau secara sederhana iklan dibuat untuk memunculkan niat beli dalam diri calon
konsumen kepada produk atau jasa yang diiklankan. Melalui hal ini bisa
diketahui bahwasannya efektif tidaknya suatu iklan diketahui melalui jumlah
calon pembeli yang berniat dan membeli produk yang diiklankan.
Iklan sendiri pada dasarnya adalah sarana dalam
berkomunikasi yang dipakai oleh komunikator yaitu produsen atau perusahaan
dalam memberikan informasi mengenai
produk atau jasa kepada pelangganya dan masyarakat melalui media massa.
Tujuannya ialah agar konsumen mendapatkan informasi dan memiliki keinginan
untuk mengikuti dan mencoba apa yang diiklankan berupa aktivitas dalam
mengkonsumsi produk atau jasa yang diiklankan. Secara maknawi iklan memiliki
hal yang berbeda dengan periklanan. Iklan dimaknaidengan pesan yang disampaikan
baik secara lisan ataupun tulisan kepada konsumen.
Periklanan merupakan komunikasi nonpersonal dan komersil
prihal suatu organisasi dan produknya yang ditransaksikan kepada target yang
sudah ditentukan dengan menggunakan media massa. Periklanan menjadi suatu
bentuk komunikasi khusus dalam memenuhi fungsi pemasaran. Demi melaksanakan
fungsi pemasaran ini aktivitas periklanan mestinya tidak hanya menginformasikan
masyarakat mengenai produk dan jasa, namun juga memberikan bujukan agar
masyarakat mau berperilaku sesuai dengan apa yang diinginkan demi melakukan
penjualan dan mendapatkan profit. Aktivitas periklanan dituntut untuk mampu
mengarahkan calon konsumen untuk melakukan pembelian terhadap produk atau jasa
yang telah dirancang oleh departemen pemasaran yang diyakini bahwasannya produk
atau jasa ini bisa memberikan pemenuhan keinginan dan kebutuhan kepada pembeli.
secara sederhana periklanan mestilah mampu memberikan pengaruh agar calon
konsumen membeli produk atau jasa. Perlu disadari bahwasannya kegiatan
periklanan mestilah membutuhkan biaya yang besar, namun dengan kejelasan
perhitungan dan tujuan yang hendak dicapai, maka semua bisa dibenarkan. Hal
yang terpenting ialah segala kegiatannya tetap ekonomis dan efektif, atai bisa
menggapai sasaran serta memberikan jaminan keuntungan kepada perusahaan
C. CONTOH TEORI SEMIOTIKA YANG DI GUNAKAN
Semiotika ialah suatu metode analisis
yang digunakan untuk menggali makna yang terdapat dalam sebuah tanda. Menurut
Susanne Langer “menilai simbol atau tanda merupakan sesuatu yang penting,
kehidupan binatang diperantarai melalui perasaan (feeling), tetapi perasaan
manusia diperantarai oleh sejumlah konsep, simbol, dan Bahasa. Semiotika merupakan ilmu yang
mempelajari cara untuk memberikan makna pada suatu
tanda. Semiotika dapat diartikan juga sebagai konsep pengajaran pada manusia
untuk memaknai tanda yang ada pada suatu objek tertentu.
Tanda juga menunjukkan pada suatu hal
lainnya, sesuatu yang tersembunyi dibalik dari tanda itu sendiri. Seperti
contohnya asap maka tanda dibaliknya merujuk pada api. Semiotika sendiri
berasal dari bahasa Yunani, semion yang berarti tanda. Tanda dapat mewakili
suatu hal lainnya yang masih berkaitan dengan objek tertentu. Objek – objek
inilah yang membawa informasi dan mengkomunikasikannya dalam bentuk tanda.
Menurut Komaruddin Hidayat, “kajian semiologi ialah bidang yang mempelajari
tentang fungsi teks
Teks berperan menuntun pembacanya agar
bisa memahami pesan yang terdapat didalamnya. Pembaca ibarat pemburu harta
karun yang membawa peta, untuk memahami sandi yang terdapat dalam tanda – tanda
yang menunjukkan makna sebenarnya.Tetapi semiologi tidak hanya terbatas pada
teks. Kajian tentang semiologi dapat berupa tanda dan makna dalam bahasa yang
terdapat pada seni, media massa, musik dan segala hal yang diproduksi untuk
ditunjukkan kepada orang lain.
Teori semiotika menurut para ahli
·
Charles Sanders Peirce mendefinisikan semiotika sebagai
studi tentang tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya, yakni cara
berfungsinya, hubungannya dengan tanda-tanda lain, pengirimannya, dan
penerimaannya oleh mereka yang mempergunakannya (van Zoest, 1978 dalam Rusmana,
2005).
·
Menurut John Fiske, semiotika adalah studi tentang
pertanda dan makna dari sistem tanda; ilmu tentang tanda, tentang bagaimana
makna dibangun dalam "teks" media; atau studi tentang bagaimana tanda
dari jenis karya apa pun dalam masyarakat yang mengomunikasikan makna (John
Fiske, 2007: 282).
·
Menurut Culler (1981), semiotika adalah instrumen pembuka
rahasia teks dan penandaan karena semiotika adalah puncak logis dari apa yang
disebut Derrida sebagai "logosentrisme" budaya Barat, yaitu
rasionalitas yang memperlakukan makna sebagai konsep atau representasi logis
yang merupakan fungsi tanda sebagai ekspresi (dalam Kurniawan, 2001: 12)
D. TEORI YANG DI GUNAKAN PADA PENELITIAN INI
teori
semiotika menurut Roland Barthes. Menurut barthes semiologi mempelajari
bagaimana kemanusiaan memaknai hal-hal memaknai dalam hal itu tidak dapat
disamakan dengan mengomunikasikan memaknai berarti bahwa objek-objek tidak
hanya membawa informasi dalam hal mana objek-objek itu hendak
berkomunikasi,tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda. Dengan
demikian, Barthes melihat signifikansi sebagai sebuah proses yang total dengan
suatu susunan yang sudah terstruktur.Signifikansi tak terbatas pada
bahasa, tetapi juga pada hal-hal lain di luar bahasa menganggap
kehidupan sosial sebagai sebuah signifikansi. Dengan kata lain kehidupan sosial
apapun bentuknya merupakan suatu sistem tanda tersendiri. (Kurniawan, 2001:53)
Selanjutnya,
Barthers (1957 dalam de Saussure yang dikutip Sartini) menggunakan teori
significant-signifie yang dikembangkan menjadi teori tentang meta bahasa dan
konotasi. Istilah signifikan menjadi ekspresi (E) dan signifie menjadi isi (C).
Namun, Barthes mengatakan bahwa antara E dan C harus ada relasi (R) tentu
sehingga membentuk tanda (sign, Sn). Konsep relasi ini membuat teori tentang
tanda lebih mungkin berkembang karena relasi ditetapkan oleh pemakai tanda.
Menurut Barthes, ekskresi dapat berkembang dan membentuk tanda baru sehingga
ada lebih dari satu dengan isi yang sama pengembangan ini disebut sebagai
gejala metabahasa dan membentuk apa yang disebut kesinoniman
Dalam
kerangka Barthes, konotasi identik dengan operasi ideologi, yang disebutnya
sebagai 'mitos' dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan pembenaran
bagi nilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu. Di dalam
mitos juga terdapat pola tiga dimensi penanda, petanda, dan tanda. Namun
sebagai suatu sistem yang unik, mitos dibangun oleh suatu rantai pemaknaan yang
telah ada sebelumnya atau dengan kata lain, mitos juga suatu sistem pemaknaan
tataran kedua. Di dalam mitos pula sebuah pertanda dapat memiliki beberapa
penanda (Budiman, 2001: 28 Dalam Sobur, 2004:71). Mitos dalam pandangan Barthes
berbeda dengan konsep mitos dalam arti umum, Barthes mengemukakan mitos adalah
bahasa. Maka mitos adalah sebuah sistem komunikasi dan mitos adalah sebuah
pesan. Dalam uraiannya, ia mengemukakan bahwa mitos dalam pengertian khusus ini
merupakan perkembangan dari konotasi. Konotasi yang sudah terbentuk lama di
masyarakat itulah mitos. Barthes juga mengatakan bahwa mitos merupakan sistem semiologis,
yakni sistem tanda-tanda yang dimaknai manusia (Hoed, 2008: 59)
BAB III
A. ANALISA OBJEK IKLAN
Indomie adalah
merek makanan yang sering menggunakan objek iklan berupa mie yang memiliki
berbagai macam rasa itu sebagai bagian dari identitas visualnya, berikut adalah
identifikasi objek iklan INDOMIE berdasarkan yang saya berikan
1.
Objek iklan :
·
Bungkus berwarna kuning :
bungkus berwarna kuning menjadi elemen
visual penting dalam iklan indomie kari ayam. Warna kuning mencerminkan mie
indomie yang rasa kari, yang mana sesusai dengan iklan nya
·
Gamabar mie :
gambar mie sering
kali menjadi ikon utama dalam iklan indomie, rasa kari ayam ini mewakili semua
varian rasa dari berbagai macam rasa indomie tersebut
2.
Makna dan asosiasi :
·
Kenikmatan dari rasa kari ayam :
rasa kari ayam ini menggambarkan rasa
kari yang sangat nikmat , rasa karir ayam ini dapat membangkitkan citra rasa
yang memberikan kesan bahwa mie indomie ini memiliki rasa yang sangat
menggiurkan
·
Kemasan menarik :
bungkus mie kari
ayam yang berwarna kuning dapat dianggap sebagai bagian dari strategi yang
menarik perhatian konsumen, warna yang cerah dapat menjadi faktor pembeda dari
berbagai macam varian rasa indomie
3.
Pesan pemasaran :
·
Mie indomie yang berkualitas dan bergizi :
melalui bungkus
indomie kari ayam yang berwarna kuning mungkin ingin menyampaikan pesan bahwa
makanan ini terbuat dari mie yang berkualitas dan memberikan rasa yang sangat
nikmat
·
Kesesuaian dengan konsumen :
bungkus indomie berwarna kuning dan
gambar kari ayam juga bisa menarik konsumen yang mencari indomie yang rasa kari
ayam
B. MENGANALISA OBJEK IKLAN
Iklan ini
menunjukan pada satu rasa saja yaitu indomie rasa kari ayam, berikut analisa
teks dalam iklan tersebut
1.
Slogan dan Tagline
·
Contoh slogan :
“ Indomie Seleraku “ “ lebih berani rasa kari nya makin hangat
suasananya “
·
Analisis :
slogan ini menyoroti pengalaman orang
yang mengkonsumsi indomie ini dengan menekankan pada sensasi yang nikmat dan
rasa yang sangat menggiurkan
2.
Deskripsi produk
·
Contoh deskripsi produk :
“ indomie rasa kari ayam “ makanan
yang mengandung mie yang berkualitas dan bergizi
·
Analisis :
deskripsi ini
menekankan bahwa makanan ini tidak hanya nikmat dan rasa yang menggiurkan saja,
tetapi ini juga mengandung mie yang berkualitas dan berigizi, ini juga dapat
menarik konsumen yang mencari makanan yang praktis serta kesan penyajian nya
yang menggiurkan
3.
Manfaat produk
·
Contoh manfaat dari mengkonsumsi indomie :
“ dengan kita mengkonsumsi indomie
kita dapat menjadikan sumber energi selain mengkonsumsi nasi, dan juga dapat
menambah atau membalikan nafsu makan
·
Analisis :
pernyataan ini
menyoroti bahwasannya manfaat dari mengkonsumsi indomie ini bisa menjadi sumber
energi dan bisa membalikan nafsu makan
4.
Penawaran khusus atau promosi
·
Contoh dari penawaran khusus :
“ promo spesial
untuk kamu , beli indomie kari ayam 5 bungkus seharaga Rp.9.500 yang harga awal
nya Rp. 20.000 diskon 30%, kamu sudah bisa mendapatkan mie indomie rasa kari
ayam sebanyak 5 bungkus
·
Analisis :
penawaran khusus seperti diskon ini
dapat menciptakan dorongan bagi konsumen untuk membeli dan juga dapat bisa
meningkatakan respoons konsumen
5.
Branding dan citra merek
·
Contoh pernyataan branding : Mie instan merek Indomie adalah mie
instan yang memiliki kemasan yang paling menarik dibandingkan dengan kemasan
mie instan merek lainnya.
·
Analisi :
pernyataan ini membantu membangun
citra merek indomie itu sendiri yang membedakan dengan produk mie instan
lainnya
6.
Panggilan untuk tindakan
·
Contoh panggilan untuk tindakan :
“ baru
indomie dengan varian rasa terbaru kami perkenalkan rasa kari ayam ini ,
indomie rasa kari ayam ini bisa di temukan di toko toko terdekat “
·
Analisis :
panggilan untuk
tindakan tersebut bahwasannya mendorong konsumen untuk segara membeli/mencoba
produk mie indomie rasa terbaru dengan memberikan arahan dimana produk ini
dapat ditemukan
C. MENGELOMPOKAN TEKS DAN CITRA YANG BERDASARKAN IKON INDEKS SIMBOL
Dalam menganalisis
iklan Indomie berdasarkan ikon, indeks, dan simbol, kita dapat membagi
elemen-elemen tersebut sebagai berikut:
·
Ikon :
Gambar mie yang
siap saji : Gambar Mie yang Siap Saji Gambar mie yang terlihat
lezat dan siap saji sering kali menjadi ikon utama dalam iklan Indomie. Ikon
ini merepresentasikan produk sebenarnya dan menciptakan niat konsumen untuk
mencicipinya.
·
Indeks :
Bungkus kuning: Bungkus kuning
yang mencolok dan dapat dianggap sebagai indeks produk. Warna kuning, sementara
bungkus ini memberikan indikasi langsung tentang jenis produknya
·
Simbol :
Logo Indomie: Logo
Indomie merupakan simbol merek. Logo ini tidak hanya memberikan identitas
merek, tetapi juga membawa asosiasi dengan kualitas dan kelezatan produk
Indomie.
·
Warna :
Dominasi Warna
Kuning: Warna kuning pada bungkus Indomie dapat dianggap
sebagai simbol warna merek. Warna ini menciptakan kesan sederhana, dan mudah
diidentifikasi oleh konsumen.
·
Komposisi visual
Tata Letak dan
Penyajian: Cara mie dan produk diatur dan disajikan dalam iklan
menciptakan komposisi visual yang dapat dianggap sebagai simbol estetika merek.
Presentasi yang menarik dan lezat dapat meningkatkan
daya tarik produk.
D. GENERALISASI IKLAN INDOMIE
Indomie merupakan mie instan dengan
varian rasa. Namun, Mie Goreng yang paling diminati. Selain itu, Indomie juga
berinovasi dengan berbagai macam rasa yang identik dengan kelokalan Indonesia,
yaitu produk Indomie yang mengandung rasa makanan-makanan tradisional Indonesia
seperti Rendang, Soto Betawi, dan Cakalang. Produk-produk itu hanya ditemukan
di region asal makanan tradisional tersebut. Belakangan, Indomie juga
meluncurkan produk dengan rasa makanan-makanan khas Asia seperti Tom Yum
(Thailand), Laksa Singapura, dan Bulgogi (Korea). Tentunya ini untuk
mendekatkan Indomie ke penggemarnya di Asia dan meningkatkan penjualan di benua
kuning. Karena itu, slogan Indomie untuk varian rasa ini ialah :Taste of Asia.
Dan untuk bisa dikonsumsi kaum vegan, Indomie juga meluncurkan
varian vegetarian.
Indomie, mie instan asli Indonesia
yang sempat terganjal kasus di Taiwan pada 2010 ini, pernah mendapat
penghargaan dari Guiness Book of Records untuk kategori Paket Mi Instan
Terbesar di Dunia. Selain Indomie, turunannya, Pop Mie juga sama populernya dan
dikenal dengan nama Indomie Cup di Timur Tengah dan Handy Indomie di
Kepulauan Virgin.
Itulah Indomie, mi instan asli
Indonesia yang nampaknya sudah mendunia. Meskipun sudah banyak kompetitor di
dalam dan di luar negeri, nampaknya Indomie tetap akan menjadi yang terdepan.
BAB IV
KESIMPULAN
Dari hasil
penyebaran kuesioner mengenai pelaksanaan periklanan di televisi yang
dilakukan, menunjukkan bahwa pelaksanaan iklan di televisi yang dilakukan
PT.INDOFOOD sebagai produsen mie instan Indomie sudah cukup baik. hal ini dapat
dilihat dari tanggapan sebagian besar responden yang menyatakan setuju dari
setiap item pertanyaan yang diajukan. Sehingga secara umum pelaksanaan
periklanan di televisi yang dilakukan sudah cukup efektif untuk memenuhi tujuan
perusahaan yaitu untuk menginformasikan produk maupun mengingatkan konsumen
pada produk Indomie, yang diharapkan dapat menimbulkan minat
beli konsumen. Untuk meningkatkan minat beli terhadap
produk Indomie, salah satu upaya yang dilakukan PT.INDOFOOD adalah dengan
melakukan strtaegi periklanan di televisi. Minat beli untuk produk Indomie
dapat dikatakan baik, hal ini dapat dilihat dari hasil penyebaran kuesioner,
dimana sebagian besar responden menyatakan setuju, atau dengan kata lain
responden menyukai dan tertarik produk Indomie.
keren dan mudah untuk dipahami
BalasHapus👍
BalasHapusmudah di pahami
BalasHapusKeren sekali, materinya mudah di pahamii
BalasHapussangat bagus dan mudah dipahami
BalasHapusdetail, namun mudah dicerna
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusilmu nya bermanfaat, terima kasih yaa. semangatt uas nya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusbagus dan sangat menarik
BalasHapuspenjlasan mudah dipahami. terima kasih imunya semoga bermanfaat
BalasHapussangat bagus dan mudah dimengerti
BalasHapuswah penelitiannya bagus dan sistematika penyusunannya juga sudah bagus
BalasHapuspemaparan yang sangat bagus dan mudah dimengerti
BalasHapusbagus dan mudah dipahami
BalasHapuspenulisannya detail jadi mudah dipahami bagus
BalasHapuslahhh💩, keren juga tang
BalasHapusbagus
BalasHapusilmu yang bermanfaat ka
BalasHapusterimakasih atas ilmunya
BalasHapusbermanfaat
BalasHapus